Aku telah sampai pada pemahaman akan hakikat "Jodoh". Dua orang yang telah Allah takdirkan untuk saling terikat, yang namanya dan nama mu telah terukir pada kitab Lauhul Mahfudz-Nya, maka sejauh apapun dua hati itu saling terpisahkan. Pada waktu yang telah Allah tetapkan, maka keduanya akan Allah gerakan untuk saling menemukan.
Pemahaman ku saat ini tentang jodoh tidak semata-mata hanya tentang bersatunya dua hati yang telah Allah takdirkan. Tapi tentang visi utama dari pernikahan itu sendiri.
Sebagai seorang muslim aku cukup tahu akan kisah Nabi Adam dan Hawa. Kisah awal mulanya manusia diciptakan oleh Allah. Kisah yang tertulis dalam Al-Qur'an. Keduanya diciptakan untuk satu sama lain. Keduanya hidup di dalam Surganya Allah. Hingga pada suatu ketika Syaitan berhasil memperdaya keduanya dan membuat keduanya diturunkan ke Bumi dan dipisahkan. Hingga akhirnya keduanya dipertemukan kembali oleh Allah dan keduanya saling bekerjasama untuk menjadi hamba terbaik Allah dan kembali bersama-sama ke Surga-Nya.
Dari kisah tersebut aku seperti mulai mengerti akan sesuatu, bahwa visi utama dalam pernikahan adalah saling bekerja sama, bahu-membahu antara suami dan istri untuk menjadi lebih dekat dengan Allah, menjadi hamba terbaik-Nya, dan bisa kembali bersama-sama menuju Surganya Allah. Kita ini seperti Nabi Adam dan Hawa, dua manusia yang Allah ciptakan untuk saling ditakdirkan sebagai "jodoh", yang dipisahkan oleh Allah hingga pada waktu yang telah ditentukan Allah, kita dapat saling menemukan satu-sama lain, dan dipersatukan Allah untuk nantinya saling bekerjasama agar dapat kembali lagi pada tempat asal manusia diciptakan, yaitu Surga.
Aku berharap jodoh ku kelak juga dapat mengerti tentang tugas utama ini, sehingga kita berdua dapat bekerjasama untuk dapat menjadi hamba terbaik Allah, hingga kita bisa bersama-sama kembali menuju Surganya Allah, aamiin.
Tentang jodoh, meski begitu riuh langit menawarkan banyak nama untuk di doakan. Atau pertemuan dengan seseorang yang berusah untuk mengalihkan hati ini. Jika dua hati itu tidak saling Allah takdirkan, maka tidak akan pernah ada kita yang terjadi. Lauhul Mahfudz-Nya tidak akan pernah keliru untuk mempersatukan dua orang yang telah terikat takdir.
Dan... Yang seindah langit, harus diraih dengan cara-cara langit. Takdir-takdir terbaik yang Allah telah tuliskan untuk kita, hanya dapat diraih dengan jalan-jalan yang Allah ridhoi.
Semangat terus kak, apa yg kamu rasakan juga dirasakan oleh banyak orang, termasuk saya :)
ReplyDelete