Aku tahu tulisan
ini tidak akan benar-benar sampai kepada orang yang dituju. Mungkin ini hanya
akan tinggal sebagai tulisan di sebuah blog kecil di sudut internet. Tapi tetap
saja aku ingin menuliskannya. Menyuarakan isi hati atas sebuah rasa bernama “kekaguman”.
Aku pertama
kali mengenalnya sebagai seorang leader dari BTS. Saat itu aku hanya melihatnya
seperti orang lain melihat idol. Mengagumkan. Hanya itu. Bahkan bias ku
sebetulnya bukan dia, meski aku menyukai semua member tanpa terkecuali.
Tapi semakin
lama aku mencari tahu tentang BTS, membedah makna dari lagu-lagunya yang tidak
hanya indah, tapi juga memberikan kekuatan pada banyak hati yang tengah dilanda
keraguan dan kerapuhan. Tanpa aku sadari, aku pun menyelam lebih dalam akan sosoknya.
Aku menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda tentang dirinya. Di balik nama
panggung dan sorotan lampu, aku melihat seseorang yang terus bertanya pada
dunia. Seseorang yang membaca, yang merenung, yang mencoba memahami hidup
bahkan ketika jawabannya tidak selalu mudah.
Dan entah
bagaimana, itu membuatku merasa tidak sendirian.
Dia sering
berbicara tentang kebingungan, tentang bertumbuh, tentang mencintai diri
sendiri dengan cara terbaik. Hal-hal yang mungkin terdengar sederhana, tapi
sebenarnya sangat sulit dilakukan. Nyatanya, dunia sering menuntut kita untuk
selalu kuat dan selalu tahu arah, dan melihatnya jujur tentang keraguannya
sendiri terasa sangat menenangkan.
“Jika kita
merasa kehilangan arah, maka kita bisa menggambar kembali map hidup kita, untuk
kembali menuntun jalan kita.”
Sebuah kalimat
darinya yang terasa begitu powerful dan menguatkan untuk ku
Aku mengagumi
caranya melihat dunia. Caranya bisa menemukan keindahan dalam buku, dalam
lukisan, dalam perjalanan kecil, bahkan dalam kesunyian. Seolah-olah dia selalu
mengingatkan bahwa hidup tidak harus selalu berisik untuk menjadi bermakna.
Sebagai
seseorang yang juga suka menulis dan mencoba memahami hidup lewat kata-kata,
aku sering merasa seperti sedang melihat seseorang yang berjalan di jalan yang
sama, hanya saja dia berjalan sedikit lebih dulu. Dan dari kejauhan, aku
belajar darinya. Belajar bahwa menjadi dewasa bukan berarti kita berhenti
mencari. Belajar bahwa menjadi kuat tidak berarti kita tidak pernah merasa
rapuh. Belajar bahwa tidak apa-apa untuk terus berubah.
Aku tidak tahu
apakah dia pernah menyadari seberapa besar pengaruhnya bagi orang-orang yang
bahkan belum pernah bertemu dengannya. Tapi di suatu tempat di dunia ini, ada
seseorang yang merasa sedikit lebih berani menjalani hidupnya karena pernah
mendengar kata-katanya.
Dan orang itu
adalah aku.
Terima kasih
karena terus menjadi seseorang yang jujur terhadap dirinya sendiri. Terima
kasih karena menunjukkan bahwa berpikir, membaca, dan merasa dalam bukanlah
kelemahan, melainkan kekuatan.
Aku mungkin
hanya satu dari jutaan orang yang mengagumimu. Tapi kekagumanku bukan hanya
tentang siapa kamu sebagai artis, idol, atau leader dari group besar bernama BTS.
Ia lebih tentang siapa kamu sebagai manusia. Dan untuk itu, aku selalu berharap
kamu menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil yang juga kamu cintai; buku yang
menarik, museum yang tenang, langit yang luas, atau perjalanan panjang yang
memberi ruang untuk berpikir.
Dari seseorang yang diam-diam
belajar banyak darimu, Gilang.
Comments
Post a Comment