Aku pernah mendengar sebuah kalimat "jika kau membuat seorang penulis jatuh cinta, maka kau akan abadi dalam setiap bait tulisannya." Aku tidak benar-benar setuju dengan kalimat itu. Aku pernah jatuh cinta, bahkan dibuat patah berkeping-keping karena seseorang. Namun tidak sebaitpun ku tuliskan tentangnya dalam kisah yang aku buat. Tapi, semua persepsi ku berubah saat ini. Dalam setiap bait tulisan yang aku buat, otakku dengan jelas menggambarkan tentang sosoknya, seseorang yang tanpa sadar telah merebut perhatianku. Aku membingkai dengan rapih semua tentang dirinya dalam karya yang aku buat. Dia hidup dalam tokoh yang aku ciptakan di dalam dunia imajinasi ku. Apakah aku benar-benar jatuh cinta padanya? Oh, bukan, bukan jatuh cinta. Aku hanya jatuh hati pada sosoknya, mengagumi pribadinya dan cara berpikirnya, dan tenggelam dalam keindahan pandangannya dalam melihat dunia. Bagiku, sosoknya adalah sumber inspirasi yang nyata untuk setiap cerita yang aku buat. Meski pada awa...