Skip to main content

I Purple You

 Jika aku ditanya kenapa aku menyukain BTS? Maka jawabannya tidak cukup hanya dengan beberapa kata. Fakta bahwa BTS tidak hanya sebuah group idol yang aku sukai, tetapi juga yang menempati posisi spesial di hati aku. Apakah ini terdengar berlebihan? Mungkin untuk mereka yang tidak mengenal BTS akan mengatakan hal seperti itu. Tapi aku yakin, Army akan mengerti kenapa BTS begitu spesial, karena Army tahu  bagaiaman BTS datang dalam hidup mereka dan memberikan warna-warni baru dalam hidup kita.

Sudah sejak tahun 2013, saat pertama kali BTS debut, aku mengetahui group idol bernama BTS. Tapi aku sendiri bukan seseorang yang punya desire menyukai group idol. Aku hanya menyukai lagu-lagu korea tanpa pernah memiliki perasaan untuk mengidolakan mereka. Bahkan sepertinya aku tidak pernah memiliki artis, aktor, atau penyanyi favorit yang aku suka. Aku adalah orang yang akan menonton film atau drama apapun yang menurut aku bagus dan tidak pernah memiliki kecenderungan untuk mengidolakan artis yang memerankannya, begitupun dengan lagu, aku akan mendengarkan lagu apapun yang menurut aku nyaman untuk didengarkan tanpa perduli siapa penyanyinya. Kecuali para ilmuan-ilmuan, atau orang-orang menginspirasi dan biasanya itu di luar dari dunia entertainment. Dan semua berubah di tahun 2020, saat untuk pertama kalinya aku menyukai sebuah group idol Korea yang sudah aku tahu sejak awal debut mereka. Bahkan beberapa lagu mereka sudah sering aku dengar dan ada di play list music aku. Tapi kenapa aku baru menyukai mereka di tahun 2020? Sepertinya mereka memang datang di waktu yang tepat dalam hidup Army. Seperti logo mereka yang seperti pintu dibuka, dan logo Army yang seperti seseorang yang membuka pintu. Seolah dari symbol itu mengatakan bahwa Army membuka pintu mereka dan BTS masuk ke dalam pintu tersebut yang merupakan pintu kehidupan Army dan mereka hadir memberikan warna-warni yang indah dalam hidup Army.

Lalu apa yang membuat aku menyukai mereka? Sebuah kisah dibalik ini akan menjelaskan kenapa begitu spesialnya mereka dalam hidup aku.

Hidup memang tidak selamanya baik-baik saja, ada saat dimana kita mengalami sebuah kondisi terpuruk yang membuat kita seperti kehilangan arah dan bahkan yang lebih buruk lagi kehilangan diri kita sendiri. Aku pernah berada di fase itu. Sebuah kejadian yang begitu memukulku telak membuat aku benar-benar berada dalam titik depresi. Setiap pagi datang dan aku bangun, yang aku rasakan hanya perasaan sakit dan sesak di dada. Bahkan aku benar-benar sulit untuk bernafas setiap bangun pagi. Perasaan menyakitkan itu terus datang yang membuat aku berfikir bahwa akan lebih baik jika aku terus tertidur, karena saat aku tertidur, setidaknya perasaan sakit itu menghilang. Tapi nyatanya hidup harus terus berjalan. Dalam fase-fase berat yang aku lalui, aku pun seperti kehilangan diriku, aku seperti kehilangan arah dan tujuan hidup. Saat itu, yang bisa aku lakukan hanyalah menangis dan berdoa. Aku bisa menyembunyikan semua rasa sakit itu dihadapan orang lain, tapi saat aku sedang sendiri bersama Tuhanku, aku akan menangis, mengadukan semua perasaanku dan berdoa. Doa yang aku panjatkan saat itu tidak banyak, aku hanya meminta pada Tuhan agar hatiku kembali baik-baik saja, agar hatiku bisa sembuh, dan aku bisa kembali merasakan bahagia. Aku ingin berdamai dengan diriku, berdamai dengan semua yang terjadi, memaafkan seseorang yang sudah menyakitiku berulang kali, bahkan pada kali kedua dia menyakitiku dengan amat sangat menyakitkan, aku ingin memaafkannya, dan aku juga ingin memaafkan diriku sendiri karena telah mengizinkan  dia kembali masuk dalam hidupku.

Sepanjang tahun 2020 adalah tahun yang berat, bahkan saat itu pandemi mulai terjadi dan menjadi tahun yang berat juga untuk semua orang. Disinilah semua bermula. Saat dalam keadaan nyaris tidak tahu apa yang harus aku lakukan, Tuhan menunjukkan pertolongannya melalui sebuah group idol bernama BTS. Sebuah lagu “Answer: Love Myself” membuat aku tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang BTS, yang berakhir pada sebuah fakta-fakta luar biasa tentang perjuangan mereka yang akhirnya sangat menginspirasi aku dan membuat aku perlahan-lahan menjalani proses “healing” dari lagu-lagu mereka. Album “Love yourself” mereka membuat aku saat itu merasa tertampar, merefleksikan kembali tentang diri ini yang ternyata selama ini telah gagal mencintai diri sendiri. Dan saat itu aku sadar bahwa iya, jika kamu tidak mencintai diri kamu sendiri terlebih dahulu, bagaimana orang lain akan mencintaimu. Kalau kamu berusaha untuk selalu membahagiakan orang lain dengan cara mengabaikan kebahagiaanmu sendiri, apakah itu cinta? Bukankan itu seperti fake love untuk dirimu sendiri. Kenapa kamu berusha mati-matian mencintai orang lain tapi kamu lupa untuk mencintai dirimu sendiri, hingga akhirnya yang kamu dapatkan hanya melukai dirimu sendiri. Dan kenyataannya memang benar, akan lebih mudah untuk kita mencintai orang lain, dibandingkan mencintai diri kita sendiri terlebih dahulu. Dari sini, aku mulai belajar, untuk bagaimana mencintai diri sendiri dan menghargai diri sendiri dengan cara yang benar. Pada lagu-lagu BTS aku mendapatkan banyak pesan-pesan yang menyentuh. Aku juga membaca buku-buku yang BTS rekomendasikan saat mengalami perasaan depresi. Dan aku mulai perlahan-lahan belajar. Seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu perlahan mulai sembuh. Butuh waktu yang lama memang untuk bisa benar-benar pulih. Aku melewati satu tahun lebih hingga awal tahun 2021, hingga saat ini aku merasa perasaanku jauh lebih baik. Tentu saja selain karena lagu-lagu dan kisah perjuangan BTS, akupun berusaha mencari pertolongan dari para ahli. Proses penyembuhan itu berjalan dengan baik, dan kini rasa sakit itu telah sembuh. Aku masih mengingat bagaimana rasa sakit itu tapi hatiku sudah tidak lagi merasakan sakit. Aku sudah bisa mengenang semua itu sambil tersenyum, dan mengatakan pada diriku sendiri, bahwa “kamu hebat, kamu sudah melaluinya dengan baik, terimakasih untuk diriku, dan terimakasih karena Tuhan telah mengirim BTS dalam hidupku.”

Itu hanya kisag singkat kenapa BTS bisa begitu spesial untukku. Mereka membawa warna-warni yang indah yang membuat hidup aku berwarna. Mereka membuat senyum aku kembali mengembang, membuat tawaku kembali hadir. Mereka memang bukan suatu alasan untuk aku bahagia, tapi kehadiran mereka membantu aku untuk menemukan kebahagiaanku dan menemukan diriku kembali, serta menemukan kembali mimpi-mimpiku.

Terimakasih karena mereka tidak menyerah dalam perjuangan mereka selama ini, melewati banyak hal yang sulit dan menyakitkan. Terimakasih karena tetap bertahan, karena hal itu aku bisa mengenal mereka dan membuat aku yang kala itu tengah terpuruk kembali bisa bangkit. Terimakasih karena telah mengajarkan banyak hal tentang mencintai. Aku mungkin akan selalu menjadi orang yang gagal untuk mengerti arti mencintai jika aku tidak tahu tentang lagu-lagu mereka. Terimakasih karena selalu meyakinkan Army bahwa kita akan selalu berjalan bersama, saling menguatkan, dan bersinar di galaksi kita masing-masing. Aku tidak akan menjadi orang yang menyerah, aku akan menjadi orang yang nantinya juga seperti mereka, menjadi bintang yang mampu memberikan sinar yang terang di galaksiku. Untuk ke 7 pria terbaik yang aku kenal (di luar papaku tentu saja J), terimakasih karena telah hadir. I purple you that means I will love you till the end and for long time…

     

Comments

Popular posts from this blog