Apakabar diri, sudah lama aku tidak bertanya tentang keaadaanmu. Aku terlalu sibuk sepertinya, hingga lupa untuk sejenak saja berdialog denganmu. Tunggu, rasanya sudah lama sejak keberangkatanku untuk sekolah ke luar negeri membuat ku kehilangan komunikasi anatara aku dan kamu. Aku sudah tidak pernah lagi bertanya, bagaimana keadaanmu. Aku tenggelam dalam kesibukan yg membuatku menenggelamkan mu. Hei, biar ku ingat lagi, bagaimana dulu dirimu begitu bersemangat dalam melakukan banyak hal. Kau suka melukis, kau suka menulis, kau suka bermain biola. Aku merindukan saat kau tak bisa tidur di malam hari karena memikirkan banyak ide-ide luar biasa untuk tulisanmu. Aku merindukan saat kau larut dalam bacaan2 mu hingga kau kembali menemukan sebuah inspirasi untuk tulisanmu. Aku merindukan saat kedua bola matamu larut dalam setiap rangkaian kata yg kau susun membentuk sebuah kisah di depan layar komputermu. Aku merindukan saat kau yg tengah bosan dan memutuskan untuk berlatih menghafalkan tangga nada. Aku merindukan saat tangan mu berlumuran cat air di malam hari demi menyelesaikan lukisanmu yg mungkin tidak indah, tapi memberikan kepuasan sendiri pada hatimu saat kau mampu menyelesaikannya. Lalu sekarang, setelah 2 tahun berlalu, apakabar kah dirimu? Tak pernah lagi kulihat semangat itu menggebu. Apakah kau lelah? Atau mungkin kau kehilangan arah? Tidak apa-apa untuk beristirahat sejenak, tapi kumohon jangan berhenti. Tetaplah bersemangat, tetaplah menulis, tetaplah berkarya. Kau hanya perlu bangkit kembali. Memulai kembali semuanya. Jangan berhenti hanya sampai disini. Jangan biarkan semua yg Tuhan beri menjadi tidak berarti hanya karena kau menyerah. Kembalilah berkarya. Karena aku tahu, kamu mampu melakukannya. Jadi... Aku harap kini kau baik-baik saja.
Comments
Post a Comment