Terkadang
hidup ini tak begitu ramah, banyak hal yang tidak jarang sering membuat kita
menangis, terluka, dan kecewa. Tapi, inilah hidup, inilah dunia, sebuah alam
fana yang penuh dengan fatamorgana kepalsuan. Bahagia dan sedih akan senantiasa
dipergilirkan. Kita tidak akan selamanya menangis, sama halnya kita tidak akan
selamanya tertawa. Selama kita masih bernafas, selama kita masih menjejak bumi,
maka selama itu pula lah tidak ada sesuatu yang benar-benar absolut. Waktu tidak
dapat diprediksi, hari ini bisa saja mereka menginjakmu, tapi esok lusa mungkin
merekalah yang merangkak di bawah mu. Hari ini kau tertawa puas, mungkin beberawa
waktu kemudian kau menangis kencang. Manusia tidak bisa sepenuhnya kita
andalkan karena kita sendiri adalah bagian dari yang tak dapat terprediksi. Hati
manusia adalah bagian yang mudah berubah. Tuhan maha membolak-balik hati
manusia, ingatkah akan hal itu? Masihkah kau mempercayai 100% hidupmu pada
manusia? Bukankah sumber dari segala rasa kecewa dan sakit hati itu karena
manusia, lalu kenapa kita masih mengandalkan manusia dalam setiap urusan hidup
kita?
Saat
ujian itu datang, aku menyadari bahwa tidak ada yang dapat aku andalkan selain
kekuatan sang pencipta, sang maha penggenggam kehidupan. Saat semua orang
terasa sangat menyakiti, maka disaat itulah kasih dan cinta-Nya begitu besar
menenangkan hati. Kala air mata tak henti membasahi pipi, maka saat itulah,
tangan lembut-Nya menghapus semua sedih itu dengan segala janji-Nya yang tak
pernah Ia ingkari. Aku adalah seorang hamba yang tidak dapat aku pungkiri,
bahwa aku membutuhkan-Nya. Janjinya adalah benar, kasih-Nya tak terbatas. Kemaha
besaran-Nya adalah bukti bahwa diri ini memang tak bisa hidup tanpa
pertolongan-Nya. Dia tak pernah menyakiti, Dia tak pernah menghianati, Dia tak
pernah meninggalkan hambanya, seberapa banyakpun dosa yang kita miliki.
Engkau
Allah, sang maha besar, sang maha berkuasa atas kekuasaan di langit dan bumi. Aku
hanyalah seorang hamba yang tak berdaya. Aku perlu engkau. Aku perlu engkau
untuk membimbing setiap langkahku. Allah, engkau adalah kekuatanku. Langkah ini
tak akan pernah limbung atau terjatuh selama engkau menguatkanku. Aku perlu
engkau Allah untuk mengatur setiap langkah kakiku agar senantiasa selalu berada
di jalan Mu, turuti semua kehendak terbaik-Mu.
Masya Allah ,tabarakalloh kk
ReplyDelete