Skip to main content

Aku Perlu Engkau Tuhan


Terkadang hidup ini tak begitu ramah, banyak hal yang tidak jarang sering membuat kita menangis, terluka, dan kecewa. Tapi, inilah hidup, inilah dunia, sebuah alam fana yang penuh dengan fatamorgana kepalsuan. Bahagia dan sedih akan senantiasa dipergilirkan. Kita tidak akan selamanya menangis, sama halnya kita tidak akan selamanya tertawa. Selama kita masih bernafas, selama kita masih menjejak bumi, maka selama itu pula lah tidak ada sesuatu yang benar-benar absolut. Waktu tidak dapat diprediksi, hari ini bisa saja mereka menginjakmu, tapi esok lusa mungkin merekalah yang merangkak di bawah mu. Hari ini kau tertawa puas, mungkin beberawa waktu kemudian kau menangis kencang. Manusia tidak bisa sepenuhnya kita andalkan karena kita sendiri adalah bagian dari yang tak dapat terprediksi. Hati manusia adalah bagian yang mudah berubah. Tuhan maha membolak-balik hati manusia, ingatkah akan hal itu? Masihkah kau mempercayai 100% hidupmu pada manusia? Bukankah sumber dari segala rasa kecewa dan sakit hati itu karena manusia, lalu kenapa kita masih mengandalkan manusia dalam setiap urusan hidup kita?

Saat ujian itu datang, aku menyadari bahwa tidak ada yang dapat aku andalkan selain kekuatan sang pencipta, sang maha penggenggam kehidupan. Saat semua orang terasa sangat menyakiti, maka disaat itulah kasih dan cinta-Nya begitu besar menenangkan hati. Kala air mata tak henti membasahi pipi, maka saat itulah, tangan lembut-Nya menghapus semua sedih itu dengan segala janji-Nya yang tak pernah Ia ingkari. Aku adalah seorang hamba yang tidak dapat aku pungkiri, bahwa aku membutuhkan-Nya. Janjinya adalah benar, kasih-Nya tak terbatas. Kemaha besaran-Nya adalah bukti bahwa diri ini memang tak bisa hidup tanpa pertolongan-Nya. Dia tak pernah menyakiti, Dia tak pernah menghianati, Dia tak pernah meninggalkan hambanya, seberapa banyakpun dosa yang kita miliki.

Engkau Allah, sang maha besar, sang maha berkuasa atas kekuasaan di langit dan bumi. Aku hanyalah seorang hamba yang tak berdaya. Aku perlu engkau. Aku perlu engkau untuk membimbing setiap langkahku. Allah, engkau adalah kekuatanku. Langkah ini tak akan pernah limbung atau terjatuh selama engkau menguatkanku. Aku perlu engkau Allah untuk mengatur setiap langkah kakiku agar senantiasa selalu berada di jalan Mu, turuti semua kehendak terbaik-Mu.


Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog