Pagi
ini aku sudah berada di library kampus sambil nunggu diskusi sama Professor
advisor tentang riset aku. Lagi baca-baca journal tiba-tiba aku terfikirkan
sesuatu yang selama ini membuat cukup resah.
Satu
minggu yang lalu (mungkin, tepatnya aku lupa coy), aku mengobrol bersama adikku.
Saat itu topik obrolan kami adalah tentang relationship. Jika aku mengatakan
relationship itu bukan hanya tentang masalah percintaan. Tapi relationship yang
kami bicarakan pada awalnya bersifat general. Hingga akhirnya mengerucut pada
masalah “percintaan anak remaja.”
Adikku
bercerita bahwa temannya sudah berpacaran sejak kelas 4 SD dan mereka akhirnya
pututs saat kelas 3 SMP. Waktu aku mendengar cerita itu, betapa sangat sangat
terkejutnya aku. Bayangin aja, kelas 4 SD, 4 SD men. Kalau aku harus throwback kemasa-masa SD dan jika harus ditarik mundur ke kelas 4 SD maka yang
aku lihat bahwa saat itu aku masih suka bermain layaknya anak kecil. Aku bahkan
tidak mengerti ataupun mengenal apa itu cinta, apa itu pacaran, apa itu rasa
suka kepada lawan jenis. Praktis, semasa aku di kelas 4 SD hidupku layaknya
anak kecil pada umumnya. Aku bermain, sekolah, belajar, hal-hal yang memang
seharusnya anak-anak lakukan. Tapi saat aku mendengar cerita adikku tentang
temannya yang sudah berpacaran sejak SD, rasanya aku semakin menyadari bahwa
zaman telah banyak berubah.
Sepertinya
aku memang tidak bisa membandingkan zamanku dengan zaman anak-anak remaja
sekarang. Aku berada di era 90an dengan kehidupan yang masih sangat terbatas
akan teknologi. Tapi pada masa itu aku sangat bahagia dan bersyukur karena
acara TV sangatlah ramah dengan anak-anak. Aku masih mengingat dengan jelas,
betapa tontonan TV sangat mendidik bagi anak-anak. Banyak acara music anak,
lagu-lagu anak, hingga anak-anak yang berada di tahun 90an pasti akan lebih
mengenal lagu anak-anak dibandingkan lagu-lagu orang dewasa. Selain itu
film-film kartun senantiasa menemani hari libur sekolah kami dari pagi hingga
sore hari. Hal ini membuat anak-anak di tahun 90an akan lebih betah
menghabiskan hari minggu mereka dengan duduk nyaman di depan TV. Tapi apa yang
aku lihat di era sekarang, semuanya berbanding terbalik. Banyak acara TV yang
sangat tidak sesuai dengan tontonan untuk anak-anak tapi banyak anak-anak yang
menonton. Lagu-lagu anak semakin tergerus oleh waktu, yang tersisa sekarang
adalah lagu-lagu orang dewasa yang lirik dan kontennta tidak sesuai dengan
anak-anak, menjadi lagu yang difavoritkan oleh mereka. Miris dan Ironis. Itulah
yang aku rasakan.
Sehingga
tidak heran jika zaman sekarang anak SD sudah mulai mengenal tentang masalah
pacaran, suka terhadap lawan jenis, yang jika kita lihat dari usia mereka tentu
belum saatnya mereka semua mengenal akan hal itu. Bukan saatnya bagi mereka,
anak-anak belia ini harus merasakan hal-hal seperti itu. Masa-masa direntang
usia tersebut harusnya bisa mereka maksimalkan untuk bermain, belajar,
mengeksplorasi diri, mencari jati diri, memiliki mimpi, mengejar cita-cita. Bukankah
semua itu nantinya akan ada saatnya sendiri. Tontonan zaman sekarang menjadi
pangkal utama dari semua permasalahan ini. Lihat saja sinetron-sinetron di TV
kebanyakan ceritanya adalah cerita-cerita kehidupan yang remaja atau orang dewasa
yang tidak seharusnya ditonton oleh anak-anak. Perilaku mereka yang masih
labil, dan mudah sekali mengambil contoh dari lingkungan dan tontonan membuat
mereka mudah untuk meniru apapun yang mereka dapat. Terlebih di zaman sekarang
akses teknologi begitu luas dan mudahnya. Semua informasi dapat dengan mudah
diperoleh tanpa adanya filter. Dan anak-anak remaja yang diusia mereka tengah
butuh sebuah role model untuk hidup mereka, dapat dengan mudahnya meniru apapun
yang mereka lihat.
Jika
aku bertanya kepada anak-anak zaman sekarang tentang apa cita-cita mereka, maka
sebagian besar (tidak semuanya) mereka akan bingung untuk menentukan tujuan
hidup mereka. kenapa? Karena dalam fikiran mereka sudah dipenuhi oleh hal-hal
lain yang tidak begitu penting dan mereka melupakan untuk memikirkan hal
penting.
Lalu
apa solusi dari permasalahan ini. Hal paling penting adalah peran serta orang
tua, sebagai orang terdekat dalam kehidupan mereka. Di saat anak-anak tengah
tumbuh remaja, orang tua harusnya mulai semakin dekat dengan anak-anak mereka,
bukan semakin membiarkan anak-anak mereka. Karena pada rentang usia tersebut
anak-anak tengah butuh bimbingan, arahan, saran, tempat untuk mereka curhat dan
berkeluh kesah. Orang tua harus mengambil peran seperti layaknya sahabat. Kenapa
aku mengatakan hal seperti ini? Karena aku melihat bagaimana mamahku dulu
memperlakukan aku. Diusia putrinya yang menginjak remaja mamah berperan sangat
aktif untuk membimbing dan mengarahkanku, memberi banyak nasehat berarti, dan
semakin mengarahkanku untuk semakin mendekat kepada Allah. Jadi aku rasa, peran
serta orang tua akan mampu menjadi benteng pelindung bagi anak-anaknya. Apa yang
aku katakana adalah berdasarkan pada apa yang aku dapatkan dari didikan kedua
orang tuaku. Dan mereka berhasil. Mereka berhasil menanamkan nilai-nilai
kehidupan kepada kami anak-anaknya hingga saat kami dapat mengatakan betapa
mereka sangat bangga terhadap anak-anaknya.
Aku
tidak tahu apakah tulisan ini dapat dibaca oleh anak-anak remaja zaman
sekarang. Semoga Allah memberikan tulisan ini sebagai salah satu saran yang
bisa sampai kepada adik-adik di luar sana. Aku hanya ingin mengatakan, adik-adikku
sayang, diusia kalian yang masih sangat muda itu cobalah untuk mulai menyibukkan
diri dengan memiliki mimpi dan cita-cita. Hidup ini tidak hanya terbatas pada
eksitensi yang temporary. Hidup ini tidak hanya terbatas pada kisah-kasih di sekolah
yang mungkin terlihat indah, tapi kau tahu bahwa pada akhirnya itu akan membawa
kalian pada masalah yang rumit, yang seharusnya tidak perlu kalian alami diusia
yang masih sangat dini. Semua itu akan ada waktunya sendiri. Akan tiba saatnya,
ketika kau telah menggapai semua impian dan cita-cita mu. Ketika kau telah
tumbuh menjadi seorang wanita dan pria yang mengagumkan di usia kalian yang
sudah dewasa. Maka Tuhan akan pertemukan kamu dengan seseorang yang tidak hanya
membuatmu jatuh cinta yang semu, tapi cinta yang akan membawa kalian pada
sebuah kebahagiaan dan ketenangan. Semua akan ada saatnya. Jadi untuk sekarang,
cobalah fikirkan, apa yang menjadi impian dan cita-cita kalian. Perjuangkanlah,
wujudkanlah itu semua dialam sadar kalian. Hidup ini berlaku bagi mereka yang
tangguh dan memiliki visi yang jauh kedepan. Kalian akan menjadi seorang
pemeran utama dalam hidup ini jika kalian menjadi hebat dan memiliki
kebermanfaatan bagi sesama.
Comments
Post a Comment