Skip to main content

Be A Beautiful Butterfly




Sejak dulu aku tidak pernah diajarkan tentang mengeluh. Bagaimana setiap saat Tuhan membawaku pada banyak tantangan yang membuat aku bertumbuh menjadi pribadi yang semakin tangguh dan kuat. Tapi sepertinya akhir-akhir ini aku sedang berada di low point phase gitu. Tantangan di semester kedua ini ternyata jauh lebih luar biasa dibandingkan semester pertama kemarin. Mungkin karena di semester ini bukan cuma jadwal kuliah yang padat, tugas yang menumpuk, paper yang harus dikerjakan, seminar yang sudah di depan mata, tapi juga berbagai kegiatan lain yang aku ambil. Sungguh aku tidak ingin mengeluh dengan semua itu, aku tahu semua itu bagian dari berkah luar biasa yang Allah berikan dalam hidupku. Meski terkadang rasa lelah luar biasa yang harus dirasakan setiap hari bahkan hingga harus jatuh sakit seperti ini sedikit banyak membuat sedih hati. Rasa lelah ini sedikit-demi sedikit mengikis semangatku entah bagaimana. Setiap hari yang aku jalani hanyalah sebuah “rutinitas” tanpa aku merasa bahwa itu berharga untuk aku jalani. Apakah aku sudah kehilangan motivasi pada impian yang sudah aku perjuangkan hingga berdarah-darah ini? Ada banyak pertanyaan yang muncul dikepalaku. Kemanakah semua semangat yang begitu luar biasa yang aku miliki itu? Apakah semua itu sudah lenyap begitu saja?  aku berharap bahwa semua perasaan ini hanyalah perasaan sementara karena mungkin aku terlalu lelah menjalani banyak sekali kegiatan. Dan mungkin langkahku ini harus semakin mendekat kepada Allah agar semua perasaan lelah ini dapat terobati.

Oh… ya, aku ingin membagi sebuah kisah yang sangat menarik dan mungkin ini juga menjadi salah satu pengingat untuk ku juga dan untuk semua orang yang mungkin sedang merasa “lelah”.

Jadi pada suatu ketika ada seekor kupu-kupu yang masih terperangkap dalam cangkang kepompongnya. Kupu-kupu tersebut tampak berusaha ingin keluar dari kempompong yang membalut tubuhnya tersebut. Tapi sayangnya sekeras apapun ia berusaha, tetap saja ia masih belum dapat berhasil keluar. Lalu ada seorang anak yang menyaksikan bagaiamana kupu-kupu yang malang itu berusaha keras untuk keluar dari balutan kepompong tersebut, tapi selalu gagal. Merasa kasihan, si anak tersebut akhirnya mengambil sebuah gunting. Anak itu datang menghampiri kepompong yang berisi kupu-kupu yang hendak keluar tersebut. Disobeknya lapisan kepompong yang membelenggu tubuh si kupu-kupu. Kupu-kupu itu dapat keluar dan si anak sangat senang melihat si kupu-kupu akhirnya keluar. Tapi apa yang terjadi ternyata di luar dugaan. Sayapnya tidak dapat mengembang, si kupu-kupu akhirnya tidak pernah terbang untuk selama-lamanya.

Kau tahu bahwa perjuangan si kupu-kupu untuk keluar dari cangkang kepompong tersebut, ternyata bagian dari sebuah proses akhir yang harus ia lalui jika ia ingin dapat terbang. Si kupu-kupu yang terlihat bersusah payah keluar dari kopompong ternyata sedang memompa cairan ke sayapnya agar si sayap dapat mengembang saat tiba waktunya ia keluar dari kepompong nanti. Jika kupu-kupu itu dipaksa keluar sebelum waktunya tiba, maka yang terjadi seperti pada kisah di atas. Si kupu-kupu tidak akan pernah bisa terbang. Perjuangannya selama ini untuk akhirnya menjadi kupu-kupu akan sia-sia. Kita semua tahu tentunya, bahwa untuk menjadi seekor kupu-kupu yang cantik, si kupu-kupu ini harus melewati banyak proses yang sulit melalui metamorphosis.

Dari cerita itu aku seolah mendapat pelajaran yang sangat-sangat berharga. Bahwa gak ada suatu keberhasilan yang instan. Kita harus melewati serangkaian proses yang panjang dan berliku, dan mungkin sangat melelahkan juga menyakitkan untuk dapat mencapai sesuatu yang kita impikan. Seperti si kupu-kupu yang melewati banyak proses untuk dapat menjadi kupu-kupu yang indah dan dapat terbang. Rasa sakit dalam sebuah proses perjuangan menjadi sesuatu yang lebih baik ternyata memang dibutuhkan dan harus dilewati setiap orang, untuk membuat kita semakin kuat. Seperti yang dikatakan dalam sebuah webtoon yang aku baca.

“Ada kalanya manusia membutuhkan rasa sakit untuk menjadi kuat.”

Aku setuju dengan kata-kata tersebut. Take a risk. Karena hal itu akan membuat kita belajar banyak hal. Kalau kita merasa hidup kita nyaman-nyaman saja, intinya hidup kita sudah berada di zona paling aman dan nyaman, kita gak akan pernah bertumbuh. No pain no gain. Rasa sakit akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan tangguh. Setiap rersiko, tantangan yang kita ambil adalah bagian dari pembelajaran hidup yang akan memperkaya pengalaman kita.

“Seperti hidup yang tidak sempurna. Kamu janji, kamu tidak akan menyerah. Cintai impianmu. Cintai kerja kerasmu. Cintai hidupmu dengan berani -Novel 2-”  


Comments

Popular posts from this blog