Skip to main content

Yang Terbaik Bagimu

Time flies really too fast

Aku tidak pernah sadar jika waktu telah membawaku begitu jauh dari semua kenangan masa kecil ku. Bahkan mungkin banyak kenangan yang sudah terlupakan, kecuali tentunya kenangan yang sangat-sangat membahagiakan dimasa kecil itu akan selalu tersimpan dengan rapih dalam memori ingatan ini. Tanggal 22 Desember akan selalu menjadi tanggal paling keramat dalam hati setiap anak, karena yeah… on that day kita semua tahu bahwa itu, katanya, tanggal untuk memperingati hari ibu. Yah walaupun menurut aku, setiap hari selalu menjadi hari ibu. Dimana kita sebagai anak tidak boleh menyakiti perasaan seorang ibu, harus tetap hormat, patuh, dan sayang pada ibu kita, and of course harus senantiasa berdoa untuk orang tua kita. But for me, in this December it’s not only all about mother’s day but also father’s day. Yaphh… on December 21st is papa’s birthday. Let me tell something on these special days for mama and papa, both of them are angels for me.

Papa dan mama pernah bilang bahwa kelahiran ku adalah saat-saat paling dinanti dan paling membahagiakan bagi mereka, setelah 4 tahun menunggu kehadiranku. So that’s why mereka memberiku nama “Akbariani” Akbar = besar; Ria = kebahagiaan, jadi "Akbariani" artinya "kebahagiaan yang besar". Tapi bagiku, mereka lah berkah yang luar biasa besar, kebahagiaan yang tidak dapat aku gambarkan karena aku terlahir sebagai putri mereka. Dahulu, sekarang, dan selamanya, aku adalah anak yang sangat beruntung karena memiliki orang tua seperti mama dan papa. 

Papa adalah ayah yang luar biasa hebat, papa yang selalu memberi motivasi bagi anak-anaknya untuk terus berjuang dalam mewujudkan mimpi-mimpi yang anak-anaknya miliki. Mama, wanita hebat dan tangguh yang senantiasa ada bagi anak-anaknya. Aku jadi teringat setiap proses penting dalam hidupku, mama selalu ada disampingku, menemaniku, dan menguatkan setiap langkahku. Waktu pertama kali aku masuk sekolah TK, mama selalu ada menemaniku. Waktu pertama masuk sekolah SD, mama juga yang menemaniku dan mengantarku. Waktu pertama masuk SMP, mama juga yang mengantarku mengurus semuanya. Waktu pertama masuk SMA, mama juga yang mengantarku, mengurus semuanya. Waktu pertama masuk kuliah, ada mama dan papa yang mengantarku. Waktu aku wisuda dan menerima penghargaan sebagai mahasiswa berprestasi, ada mama dan papa yang mendampingiku menerima penghargaan luar biasa itu, karena sungguh aku tidak akan mungkin mendapatkannya tanpa doa mereka. Penghargaan itu bukan untukku, itu untuk mereka. Waktu aku mengurus semua berkas-berkas sekolah ke luar negeri, mama juga yang selalu setia mendampingiku, mengantarku kesana-kemari, dan terus menguatkanku. Papa memang tidak selalu ada bersama kami, karena I know, papah kerjanya jauh. Tapi aku percaya, doa papa akan senantiasa terlantun setiap harinya untuk menguatkan setiap perjuangan anak-anaknya, sama seperti doa mama yang tidak pernah ada henti-hentinya terpanjat bagi kebaikan anak-anaknya. Hingga doa-doa itu menembus sampai kelangit ketujuh. Mungkin doa ku tidak sekuat doa mama, itu sebabnya setiap saat aku selalu meminta doa pada mama, agar Allah senantiasa memberkahi setiap hidupku.

Aku sadar bahwa aku masih belum dapat menjadi putri kebanggaan kalian. Meski setiap hari kalian selalu menceritakan kepada orang lain bahwa betapa bangganya kalian memiliki anak-anak seperti aku dan adik-adik. Tapi bagi kami, kami masih belum mampu dan tidak akan pernah mampu membalas semua hal yang telah kalian berikan dan kalian korbankan bagi kami.

Mama mengorbankan impiannya untuk menjadi guru demi menjadi ibu yang baik bagi kami. Mama rela menjadi ibu rumah tangga untuk dapat membesarkan anak-anaknya dengan baik. Dan aku sangat bersyukur. Meski aku tahu, betapa beratnya mengorbankan sebuah impian demi impian orang lain. Bagi mama, impiannya sudah bukan lagi mengajar dan menjadi guru. Tapi impian mama adalah dapat membesarkan anak-anaknya dengan baik dan melihat bagaimana anak-anaknya dapat menggapai semua impian dan cita-citanya. Mungkin ini yang disebut cinta sejati. Aku belajar, sungguh-sungguh belajar dari mama.

Papa mengorbankan waktunya untuk jauh dari kami karena pekerjaan papa yang jauh. Tapi setiap kali papa pulang untuk liburan, kami selalu pergi bersama, menghabiskan waktu bersama. It’s such a beautiful moments. Papa adalah orang yang selalu bilang “ok” setiap kali kami meminta sesuatu, hehe… itu lah kenapa aku dan adik-adik akan lebih suka meminta apa saja sama papa daripada sama mama :D. Dulu waktu aku masih kecil, aku lebih suka jalan-jalan sama papa, karena papa akan membelikan apa saja buat aku. Papa adalah orang yang tidak pernah perhitungan, haha… Waktu pertama kali aku mau beli biola, mama gak pernah setuju. Tapi waktu bilang sama papa, saat itu juga “ok” haha… Itulah bedanya papa dan mama. Ah… menyenangkan memiliki orang tua seperti kalian.

Jika ada kata syukur melebihi Alhamdulillah maka itulah yang ingin ku ucapkan pada Allah. Alhamdulillah karena aku dilahirkan dari orang tua seperti mereka.


Happy mother’s day mama and happy birthday papa. Semoga semua kebaikan, kebahagiaan, keberkahan, dan kasih sayang Allah selalu terlimpah untuk kalian. Ich liebe dich. 



Family is like a home

Me when I was 4 months

Like mother like daughter 


You are my universe




With love, 
your lovely daughter (Ich vermisse dich)




Comments

Popular posts from this blog