Kenapa
sebuah perjalanan itu menarik untuk dilakukan? Mungkin karena kita tidak tahu
apa yang akan kita temui di ujung perjalanan itu. Seperti sebuah labirin,
teka-teki, kotak Pandora, kita tidak pernah tahu apa yang menanti kita di sana.
Kita hanya percaya pada keyakinan kita sendiri, bahwa akan ada sesuatu yang
menyenangkan yang menanti kita di ujung perjalanan itu. Tapi apakah memang
demikian? Bagaimana kamu yakin bahwa perjalanan yang dilakukan akan membawa
pada sebuah tempat yang menakjubkan? Bagaimana jika perjalanan yang sudah kita
tempuh justru membawa kita pada suatu tempat yang menakutkan, tempat yang
mengerikan? Bukankah dalam setiap perjalanan terkadang kita dapat tersesat,
tergelincir, atau terjebak dalam suatu tempat dimana kita tidak dapat keluar
dari tempat itu? Bagaimana kita tahu bahwa perjalanan yang kita lakukan dapat sampai
pada tujuannya? Tapi pertanyaan yang paling pentingnya adalah, kemanakah kita
ingin pergi? Apakah kau tahu tujuan dari perjalanan mu ini?
Jika
kau belum tahu, bukankah harusnya kau bertanya pada nurani mu, tentang
kemanakah seharusnya kamu pergi. Bukankah dunia ini hanya bagian dari sebuah
perjalanan, kita tidak akan benar-benar berada disini. Kita tidak akan pernah
menetap disini. Lalu dimanakah seharusnya kita semua berada? Kembali. Kita harus
kembali jika pada saatnya tiba. Kembali ketempat yang seharusnya. Kembali ketempat
yang abadi, tempat kita akan menetap selamanya. Tapi dimana? Dimana tempat itu?
Ini tentang bagaimana perjalanan yang kau lakukan. Tentang apa saja yang sudah
kau perbuat selama perjalanan mu. Maka itu akan menjadi proyeksi diri, dimana
nantinya kau akan berada.

Comments
Post a Comment