Skip to main content

Janji Untuk Mimpi



Waktu gue lagi nulis postingan ini, itu adalah tengah malam. Berhubung gue ini adalah nocturnal, gue agak susah buat tidur malam seperti orang-orang pada umumnya. Dan juga hampir sebagian besar ide-ide menulis gue (nulis novel maksudnya) itu selalu muncul tiap tengah malam dan dini hari. Gak tahu deh kenapa, mungkin karena waktu-waktu tersebut keadaan lagi sunyi kali ya, jadi banyak ide yang bisa bermunculan saat suasana sunyi. Oh iya fyi, gue lagi nyoba buat nulis novel online gitu di wattpad. Jadi barangkali ada yang penasaran sama tulisan gue (pede banget yaa, haha) bisa dicari di wattpad, akun gue adalah @gilangariani, atau bisa search di wattpad judul novel gue “Senja Di Ujung Waktu”. Gue sangat senang sekali kalau kalian bisa baca cerita online pertama gue.

Tadi gue abis blog walking gitu, bacain blog-blog orang yang gue temui secara random di search engine gue. Gue lagi kangen aja baca-baca blog orang yang gak jarang menginspirasi dan memotivasi. Jaman gue SMA juga suka banget baca-baca blog orang lain. Gue suka aja sama cara mereka menulis cerita-cerita konyol mereka, tulisan tentang kegiatan sehari-hari mereka dengan gaya tulisan yang lucu dan menarik, bahkan tulisan-tulisan pengalaman mereka yang menginspirasi.

Gue jadi inget blog seseorang yang gak tahu kenapa berkesan banget di hati gue sampe saat ini (bukan orangnya, tapi isi blognya sama pengalamannya) dan itu selalu menjadi motivasi gue dan juga inspirasi buat gue untuk terus percaya sama mimpi-mimpi gue dan gak menyerah untuk mewujudkannya. Si penulis ini seumuran sama gue waktu gue SMA. Awalnya gue dikenalin temen gue yang kebetulan orang itu adalah temennya temen gue. Terus akhirnya kita kenal via FB dan dari situ gue nemu deh blog pribadinya. Waktu gue SMA dia juga SMA (ya secara kita seumuran haha), tapi dia SMA di Colorado, USA. Tahu apa yang membuat gue sangat suka baca blognya? Karena di sana gue bisa baca tentang impian-impian dia dan gimana perjuangan dia untuk bisa sampe mewujudkan mimpinya itu. Mimpi terbesar dia adalah sekolah ke Amerika (at the time). Impian itu udah ada sejak dia masih duduk di bangku SD atau SMP, gue lupa. Setiap kali dia cerita tentang impiannya itu ke temen-temennya, pasti temen-temennya banyak yang ngata-ngatain impiannya, di bilang “Jangan mimpi ketinggian, kalau jatuh sakit” atau “mimpi aja, bangun woy, bangun.” Tapi ternyata itu tidak sedikitpun mematahkan semangatnya atau menghancurkan impiannya untuk terus bermimpi dan percaya pada impiannya. Dia cerita di blognya, setiap kali dia abis sholat duhur di sekolah atau lagi di atap rumahnya, di genteng masudnya (doi ini cowok jadi wajar kalau dia sampe naik-naik genteng buat mikir, haha) dia selalu berfikir “gimana ya rasanya natap langit yang sama tapi di tempat berbeda (read: Amerika).” Dan kata-kata itu adalah kata-kata yang paling gue inget dari blognya. Entah kenapa, menurut gue kata-kata itu memiliki makna yang dalam aja buat si penulis dan buat gue yang baca. Dan beberapa tahun kemudian, dia akhirnya mendapatkan kesempatan itu, Tuhan mengabulkan impiannya, dia dapet beasiswa untuk melanjutkan SMA di Amerika. Prosesnya memang tidak mudah untuk dia sampai ke sana, tapi akhirnya dia bisa membuktikan kepada teman-temannya yang dulu suka mengolok-olok impiannya bahwa sekarang dia bisa mencapai itu.

Itulah kenapa blognya dia sangat berkesan buat gue. Dan waktu dia sekolah di USA ada temen kelas dia yang nge-chat gue (doi ini orang native Amerika) terus cerita kalau dia itu di sekolah pinter banget katanya dan dia selalu ngajarin temen-temennya tiap kali ada temen kelasnya yang kesusahan dalam beberapa pelajaran, terutama Math. Disitu gue bener-bener salut sama dia. Belum lagi pas dia bilang kalau dia dapet beasiswa buat lanjut kuliah di sana karena nilai-nilai dia yang tinggi. Gue cuma bisa bilang “wah keren ya” dan akhirnya dibenak gue bilang “kapan ya gue bisa kayak dia.” Kalau lo bilang gue iri, iya gue memang iri tapi dengan iri itu semakin memotivasi gue untuk juga bisa mewujudkan impian gue.

Berbicara tentang impian pasti kita juga harus berbicara tentang perjuangan. Mimpi yang tinggi tentu harus diimbangi dengan perjuangan yang luar biasa keras dan doa yang tak pernah putus. Dan gak jarang dalam prosesnya kita menemui yang namanya kegagalan. Gue juga begitu. Sejak pertama kali gue menetapkan mimpi-mimpi gue, maka sejak saat itu gue tidak pernah yang namanya berjalan di jalan yang mulus dan  mudah. Selalu saja menemui jalan yang terjal dan berliku. Bahkan tidak jarang gue harus tersandung, terpelesat, terjatuh, bahkan sampai tersungkur, sampai di satu titik gue ngerasa sakit dan lelah. Tapi apakah itu menjadi alasan buat gue berhenti dan menyerah? Tidak! Meski gue harus bangkit lagi dengan berdarah-darah, berjalan dengan tertatih-tatih, dan gak jarang gue nangis sendiri karena ngerasain gimana sakitnya, gimana lelahnya, tapi gue tetep harus melangkah maju untuk mencapai impian-impian yang sudah gue tetapkan di puncak sana. Gue selalu bilang sama diri gue sendiri saat gue lagi ngerasa capek, “perjalanan yang lo mulai ini sudah sangat jauh dan lo mau menyerah gitu aja saat lo udah hampir sampai? Semua pengorbanan lo selama ini akan sia-sia kalau lo berhenti sekarang.” Gue akan mengingat kembali bahwa perjalanan gue sudah gue mulai bahkan sejak gue masih di SMA, dan rasanya gue akan sangat bodoh dan konyol saat gue menyerah sekarang. Setelah itu gue pasti akan melanjutkan lagi perjalanan gue. Mungkin bagi sebagian besar orang, apa yang gue tulis itu terkesan berlebihan dan mengada-ada. Tapi bagi mereka yang sekarang tengah berjuang juga untuk mewujudkan impiannya. Gue yakin mereka akan merasakan apa yang juga gue rasakan.

Tapi yang gue suka dari perjalanan gue ini adalah banyak hal yang gue dapat dalam hidup gue. Pelajaran hidup yang gak pernah gue peroleh di sekolah manapun. Gue belajar tentang arti sebuah keberanian saat langkah kaki gue menapaki hal baru dalam hidup gue. Gue belajar tentang kemandirian untuk tidak terlalu mengandalkan orang lain dan untuk selalu percaya akan kemampuan diri sendiri. Gue belajar tentang arti sebuah kegigihan saat gue dihadapkan pada situasi sulit. Gue belajar tentang arti berbesar hati dan sabar, saat gue dihadapkan pada suatu kegagalan yang tidak jarang selalu memukul perasaan gue sampai di suatu titik gue kadang merasa apakah gue bisa untuk melanjutkan perjalanan ini? Atau gue harus berhenti sekarang? Gue belajar lebih dewasa dan bijaksana dalam menjalani setiap fase kehidupan gue. Dan gue belajar untuk bersyukur saat satu-persatu impian gue diijabah oleh Allah. Dan yang yang lebih penting dari semuanya, gue belajar untuk semakin dekat dengan sang pencipta.

Semua rasa sakit yang kita rasakan saat kita tengah berjuang mewujudkan mimpi-mimpi kita adalah cara Allah untuk menempa kita menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh, lebih kuat, dan lebih hebat. Ada quote yang terkenal dan sering dipake sama orang-orang akhir-akhir ini.

“Tidak ada hasil yang menghianati usaha”

Dan itu benar karena Allah sendiri sudah berfirman dalam Al-Quran bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sampai kaum itu mau mengubahnya sendiri. Jadi kalau kita mau berusaha dan berdoa, Allah juga pasti akan mengabulkannya. Tinggal kitanya mau atau tidak, dan Allah tinggal meridhai. Selama niat itu baik, selama mimpi-mimpi itu memiliki kebaikan dan manfaat bagi banyak orang, maka gue percaya bahwa Allah akan meridhainya, Allah akan mewujudkannya, dan Dia akan menunjukkan jalan terbaiknya untuk kita. Jangan pernah takut memiliki impian, jangan pernah takut untuk memulai langkah menggapai impian. Itu memang bukan jalan yang mudah, dan gue tahu karena gue pun sedang merasakannya. Tapi perjalanan itu akan membawa kita pada sesuatu yang luar biasa yang gak pernah kita sangka-sangka. Dan jangan pernah merubah impian mu, sesulit apapun, kamu harus menghadapi dan menyelesaikannya sampai akhir (Afirmasi yang selalu gue pakai untuk diri gue sendiri saat gue hampir menyerah).

♫ Wahai mimpi, dengarkanlah ku berjanji. Suatu hari nanti kau kan jadi nyata. Wahai mimpi, kan ku jaga dalam hati, ku percayakan langkah ku kepada mu. Kan ada saatnya, ku bersinar terang. Seperti bintang di angkasa, terangi dunia. Dan ku kan terus mencoba sampai nanti ku bisa tuk wujudkan segalanya, bersabarlah. Ku kan terus berdoa tak akan pernah ku lupa. Suatu hari nanti kau akan menjelma, wahai mimpi. Mimpi ku nyanyikan pesan ku ini tuk ingatkan ku akan janji ku pada mu. Kan ada saatnya sayap ku kan terbang. Dengarkan mimpi ku melayang kuasai dunia 
(Janji Untuk Mimpi - Lyodra)

Comments

Popular posts from this blog