Skip to main content

Chemical Weapon is The Worst Weapon

Rasanya sulit untuk tidak berkata apa-apa, sulit untuk hanya sekedar diam, sulit hanya untuk sekedar berpura-pura tidak melihat dan tidak mendengar, karena apa yang terjadi memang sudah benar-benar keterlaluan. Itu bukan Negara gue, bahkan gue tahu di Negara gue sendiri sekarang banyak sekali masalah yang terjadi. But as a human, as a global citizen, gue merasa prihatin, gue sedih, gue marah, gue gak tau lagi harus bilang apa. Gue bukan orang yang suka berkomentar mengenai politik atau segala masalah yang berhubungan dengan politik karena gue tahu bahwa itu menjengkelkan. Opini gue akan opposite dengan berbagai macam politik yang ada saat ini. Mereka yang berkata bahwa mereka bekerja dengan politik yang bersih, it’s such a bullshit. Setidaknya gue cukup paham bahwa tidak ada politik yang 100% bersih selama masih ada kepentingan kelompok masing-masing yang ingin diperjuangkan. Don’t talk about politic!! I’m not interested. 

On Tuesday, the Syrian air force bombed Khan Sheikhun town. And I can’t imagine they used the chemical weapon, killing a lot of people with the nerve agent Sarin. It didn’t make sense and it wasn’t humane. Waktu gue denger tentang kejadian itu sumpah gue speechless, gue gak tau lagi harus bilang apa. Serangan bom, senjata, rudal, dll itu juga tidak pernah masuk akal, bukan? Saat hal itu digunakan untuk membunuh orang tidak bersalah. Dan sekarang mereka menggunakan senjata kimia? Itu benar-benar diluar akal sehat gue sebagai manusia. Fyi, after I was seeking information about Sarin, so I’ll tell you guys (the summary that I had read), Sarin adalah agen syaraf buatan manusia (which is itu adalah bahan kimia) yang menyebabkan rasa sakit yang menyiksa tak terbayangkan. Pada dosis mematikan, paparan sarin akan menyebabakan sulit bernafas hal ini terjadi karena ketidak mampuan untuk mengontrol otot-otot yang terlibat dalam fungsi pernafasan, pandangan kabur, tubuh akan mulai mengejang, dan menjadi lumpuh. Dan serangan kimia ini dapat membunuh dalam waktu 1-10 menit. Bisa kalian bayangkan? Bahkan jika itu dapat membunuh dalam waktu 1 menit saja itu benar-benar menyakitkan dan menyiksa. Apalagi ini dalam waktu 10 menit, ini adalah sebuah penyiksaan yang keji. Terlebih pada anak-anak. Mungkin itu sebabnya kenapa senjata kimia adalah senjata yang sangat dilarang dalam sebuah perang, karena itu sangat-sangat tidak manusiawi, walaupun senjata lain juga tidak dapat dikatakan manusiawi selama itu digunakan untuk membunuh orang tidak bersalah. Tapi setidaknya itu tidak menyiksa manusia secara perlahan-lahan dengan cara menyakitkan. Gue tidak tahu apa yang ada difikiran rezim pemerintah itu sampai tega membunuh warganya sendiri. Dan apapun alasannya, apapun itu, perang dan pembunuhan tetap suatu tindakan keji, saat yang dilakukan itu membuat banyak orang tidak bersalah menderita. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, entah apa yang akan dihadapi lagi oleh dunia. Saat kedamaian rasanya perlahan-lahan mulai terkikis. Saat nurani manusia bisa sedemikian buta.

Di Negara gue sendiri banyak sekali polemik yang terjadi akhir-akhir ini. Saling serang dan adu argument sering sekali gue dapati di kolom-kolom komentar berbagai artikel berita. Tidak jarang gue dapati orang-orang yang bertengkar dan membawa-bawa agama dalam perdebatan mereka. Dan itu membuat gue jengah lama-lama. Ini pangkal utamanya memang hanya satu dan kalau yang menjadi permasalahan ini segera diselesaikan mungkin hal-hal semacam ini tidak akan terjadi. Gue sendiri prihatin bahkan dengan orang muslim yang ternyata ikut nyinyirin agamanya dan ulama-ulamanya (ini lebih gila lagi) hanya karena menjunjung tinggi yang dibelanya (yang belum tentu akan membela dirinya di akhirat kelak). Setidaknya begini, gue sendiri tidak mendukung siapa-siapa karena gue memang gak ada urusan dengan hal itu. Tapi cobalah berfikir logis, bagaimana bisa lo nyinyirin agama lo sendiri hanya karena membela orang lain yang padahal belum tentu bener. Padahal agama lo yang lo nyinyirin adalah agama yang sudah sempurna. Ulama-ulama yang lo hina itu adalah guru bagi kita. Ilmu agama mereka jauh lebih luas dibandingkan kita dan mereka juga mungkin akan menjadi orang-orang yang paling dekat kedudukannya di sisi Allah dan Rasullnya di akhirat kelak. Dan lo, orang-orang yang suka nyinyirin ulama, pemahaman agama lo sudah seluas apa? Ingat satu hal ini, kalau tidak salah gue pernah membaca bahwa Rasulullah pernah bilang, “kamu akan berada bersama dengan orang yang kamu cintai”. Sekarang tinggal lihat saja, siapa yang kita cintai mati-matian, siapa yang sedang kita bela mati-matian. Dan dimanakah mereka saat berada diakhirat nanti, maka mungkin disitulah kita juga akan berada. Jadi saran gue sebagai seorang yang fakir ilmu, jangan terlalu berlebihan mengagumi orang, jangan terlalu mati-matian membela orang (bahkan sampai menghina agama dan ulama) yang belum tentu akan membela kita, dan belum tentu juga benar. Karena tidak ada yang tahu kalau ternyata apa yang sudah kita lakukan itu ternyata menjadi salah satu alasan kita terseret ke Neraka. Sebagai orang muslim, cukuplah dengan mencintai Allah dan Rasullnya, dengan menjadi muslim yang baik. Kalau memang kita memiliki pendapat berbeda, memiliki perspective yang berlainan setidaknya sampaikan dengan cara yang bermartabat dan tau sopan santun untuk tidak membawa-bawa agama. Setiap agama mengajarkan kebaikan, itu yang selalu orang tua gue katakana dan mereka juga selalu bilang untuk bisa menghormati agama lain. Jadi menurut gue sebagai manusia yang tau sopan santun dan bermoral berhentilah untuk berdebat dengan membawa-bawa SARA.

Seperti sebelumnya, gue sendiri masih belum bisa melakukan apa-apa. Gue hanya bisa berdoa semoga dunia ini bisa kembali damai dan aman, termasuk Negara gue tercinta. Jika tidak ada yang bisa kita lakukan setidaknya berdoalah yang baik, dari pada mencaci maki, mengutuk, dan melakukan hal-hal buruk lainnya.

Comments

Popular posts from this blog