Kayaknya
bulan ini gue jadi rutin nulis di blog seminggu sekali. Gue agak tidak terlalu
suka untuk ngobrol dengan banyak orang yang enggak dekat dengan gue. Gue males
aja kalau harus mencari bahan bahan pembicaraan kalau bukan dengan orang yang sudah
sangat dekat dengan gue. Entahlah, mungkin karena gue seorang INTJ jadi gue
lebih suka berbicara dengan orang-orang yang memang sudah sangat dekat secara
personal aja sama gue. Tapi gue akan sangat bersemangat untuk ngobrol dengan orang-orang
yang bisa memberikan banyak ilmu dan wawasan buat gue, meskipun gue baru
mengenal orang tersebut, terlebih lagi kalau mereka memiliki focus interest
yang sama kayak gue. Dan mungkin ini adalah salah satu cara gue untuk
menuangkan semua pemikiran, unek-unek, dan kekesalan gue, yaitu lewat tulisan
di blog pribadi.
Gue
tidak tahu mau gue bawa kemana arah tulisan gue kali ini berhubung ini akan
menjadi tulisan gue paling absurd. Gue sebenernya mau curhat aja sih tentang
apa yang sedang gue fikirkan. Pemikiran ini sudah gue sadari sejak tahun lalu,
sejak gue mulai menyusun Research Plan gue. Dan tadi malam waktu gue lagi
buka-buka Pinterest gue dan gue menemukan quote milik Albert Einstein disana
yang jujur baru gue ketahui (Gue agak norak kayaknya, haha).
“The
more I study science, the more I believe in God”
Gue
sangat setuju dengan kata-kata tersebut. Di tahun lalu saat gue lagi menyusun
research plan, ada di suatu titik dimana gue harus berhenti sejenak, merenungi
tentang betapa ilmu Allah itu maha luas. Ada banyak hal yang ternyata tidak gue
mengerti, ada banyak ilmu yang ternyata baru gue tahu. Saat itu gue tidak
berhenti untuk merapal “Masya Allah” karena gue menyadari betapa fakirnya gue
dan betapa maha besarnya Allah. Apa yang bisa gue sombongkan di dunia ini atas
ilmu yang gue miliki, jika ternyata ilmu Allah lebih luas dari apa yang sudah
gue pelajari. Dan saat itu gue baru menyadari maksud firman Allah yang
menyatakan “Dan pada penciptaan manusia
itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang berfikir” kalau
tidak salah begitu bunyinya (correct me if I’m wrong). Gue yakin semua orang
tahu bahwa manusia tersusun dari miliaran sel dan dalam satu sel yang sangat
kecil itu terdapat berbagai macam komponen yang sangat komplek untuk membuat
sel tersebut bertahan hidup dan membelah diri. Semua berjalan secara teratur
dan seimbang, tidak ada kesalahan dalam setiap proses yang terjadi di dalam sel
kita, sedikitpun tidak ada, meski betapa komplek nya kompenen-kompenen
tersebut. Semua bekerja sesuai dengan fungsinya, tidak ada penyimpangan karena
satu kesalahan akan berakibat fatal bagi sel tersebut dan tentu saja bagi tubuh
manusia. Saat itu gue berfikir, siapa yang bisa mengatur sedemikian rupa hingga
semua hal berjalan sesuai dengan fungsinya? Terlebih lagi, siapa yang mampu menciptakan
hal tersebut dengan begitu detailnya dan begitu sempurnanya? Gue tidak
menemukan jawaban lain selain Allah, Allah lah yang menciptakan semuanya bahkan
sampai kebagian terkecil dari tubuh kita. Jika ada yang berfikir penciptaan
manusia itu adalah sebuah proses yang sederhana, maka gue akan tegaskan disini
bahwa lo salah besar. Penciptaan manusia bukan hanya tentang sel sperma dan sel
telur. Tubuh manusia tidak hanya tersusun dari organ-organ tubuh yang mampu
terlihat secara kasat mata. Ada jutaan bahkan mungkin miliaran kompenen komplek
yang terdapat di dalam tubuh manusia dan semuanya memiliki ilmunya
masing-masing. Maka jelas apa yang ada dalam firman Allah di Al-Quran, bahkan
pada penciptaan manusia itu terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya. Ini kita baru
berbicara tentang satu sel tubuh manusia, belum lagi alam semesta lainnya.
![]() |
| The Emergent Integrated Circuit of the Cell |
Gue
rasa seharusnya memang benar bahwa orang-orang yang berilmu harusnya semakin
mendekatkan dirinya kepada sang pencipta. Itu kenapa Allah mengatakan bahwa
orang yang berilmu maka akan dinaikan derajatnya lebih tinggi dibandingkan
mereka yang tidak berilmu. Memang seharusnya ilmu itu membuat manusia sadar
bahwa Allah itu maha besar, tidak ada yang bisa menandingi-Nya, tidak ada yang
bisa bersikap sombong dan angkuh pada-Nya. Ilmu yang kita miliki mungkin hanya
sebutir partikel kecil yang lebih kecil dari sebuah partikel debu bahkan
mungkin hanya seukuran Nano yang bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan
dengan ilmu Allah yang luar biasa luas. Gue sangat sedih dengan orang-orang
yang membanggakan gelarnya dan yang lebih gue sedih lagi adalah orang-orang
yang sekolah hanya untuk semata-mata mencari gelar. Lo bisa bayangin kan
orang-orang semacam itu bagaimana tragisnya. Saat mereka tidak menyadari bahwa
menuntut ilmu itu jauh lebih penting dibandingkan gelar itu sendiri. Bahwa
mencari ilmu dapat membuat kita semakin dekat denga sang pencipta, bukan
semakin dekat dengan kesombongan.
Gue
semalam juga jadi teringat akan fase kehidupan manusia. Gue percaya kalau
manusia itu akan melewati 4 fase kehidupan. Pertama, kehidupan di dalam
kandungan. Kedua, kehidupan di dunia. Ketiga, kehidupan di alam kubur. Keempat,
kehidupan di akhirat. Dari empat fase kehidupan itu, gue sekarang sadar kenapa
Allah bilang kalau kehidupan di dunia itu fana, hanya fatamorgana, dan hanya
senda gurau sesaat, karena sebenarnya sejak awal penciptaan manusia, kita
memang tidak diciptakan untuk hidup di dunia, tapi kita diciptakan untuk
kehidupan yang kekal di akhirat. Kehidupan dunia hanyalah salah satu dari empat
fase yang harus kita jalani dan lewati sebelum akhirnya kita menuju ke
kehidupan kita yang sebenarnya. Jadi gue rasa, sudah saatnya gue pribadi
berhenti menyombongkan kehidupan dunia gue ini dengan hal-hal omong kosong. Gue
tidak ingin memberikan nasehat bijaksana apalagi menceramahi, lebih baik saling
introspeksi masing-masing saja untuk mulai menjadi pribadi yang lebih baik.
Ah
sudahlah dari awal gue sudah bilang tulisan ini bakalan kemana-kemana, jadi
mohon dimaafkan saja. Gue hanya sebatas ingin menuangkan semua unek-unek dalam
fikiran gue aja.


Comments
Post a Comment