Skip to main content

Ketika Ekspektasi Bertemu dengan Realitas

Tahun baru sudah berlalu selama sepekan lebih. Gegap gempita seolah telah menguap bagaikan buih. Hilang tak berbekas. Nyaringnya suara terompet dan kembang api yang meluncur bak roket dan membuncahkan cahaya warna-warnipun tak lagi berbekas. Semua keramaian itu hilang hanya dalam waktu semalam. Kini hanya meninggalkan sebuah realita yang sama seperti hari-hari sebelumnya. Menjalani hidup yang sama dengan rutinitas yang sama. Suara-suara sumbang mulai kembali terdengar. Mengeluh dan mengaduh. Merutuki hidup yang kadang tidak menentu.

Sebagian besar orang akan membuat banyak resolusi ketika akan memasuki tahun baru. Entah itu hanya sebuah formalitas saja atau memang benar-benar resolusi yang ingin diwujudkan. Setiap orang memiliki alasan sendiri. Dan aku adalah bagian dari orang yang tidak pernah membuat resolusi di tahun baru. Alasannya? Em… mungkin karena aku bukan tipe orang yang suka membuat resolusi tahunan seperti itu. Tapi bukan berarti aku tidak pernah memiliki rencana dalam hidup. Hidup setidaknya harus selalu memiliki rencana. Jangan biarkan arus membawamu seenaknya. Menyeretmu tak bertujuan dan hanya akan berakhir di tempat yang menyebalkan. Hidup tetap harus berpendirian.

Berbicara tentang resolusi, maka kita akan berbicara tentang harapan, dan saat kita berbicara tentang harapan maka kita akan bertemu dengan kenyataan. Tidak jarang kita dikecewakan oleh kenyataan yang seolah dengan sadis membunuh seluruh harapan indah kita. Dan pada akhirnya kita menyerah dengan harapan yang kita bangun. Sebenarnya kenapa kita bisa merasa kecewa? Oh… Mungkin karena harapan kita yang terlalu tinggi tapi sayangnya usaha kita tidak sebanding dengan pengharapan kita. Semua jadi terasa tidak seimbang. Bagaikan se-ekor burung yang terbang hanya dengan mengepakkan satu sayapnya tapi ia berharap dapat mengarungi angkasa. Tidak ada yang menyalahkan sebuah harapan. Tidak ada seorang pemimpi yang terlalu kecil untuk mewujudkan impian yang besar. Tapi harapan yang tinggi tentu harus diimbangi dengan usaha yang besar, bukan? Jadi, sebenarnya tidak ada yang mengecewakan kita akan pengharapan yang kita buat, karena Allah tidak pernah sekalipun mengecewakan hambanya. Lalu siapa yang membuat kita kecewa? Tentu, diri kita sendirilah yang membuat kita kecewa. Mungkin mulai sekarang kita harus berhenti menyalahkan harapan kita dan impian kita. Mungkin saat ini kita lah yang harus berintrospeksi diri, bertanya pada diri sendiri. Sudah pantaskah kita mendapatkan apa yang kita harapkan itu? Sudah seberapa kerasnya kita berjuang? Sudahkah kita berdoa? Jika semua pertanyaan itu terjawab denga  jawaban “Ya” tapi pada akhirnya harapan itu tetap tidak tergapai, itu karena Allah tengah menyiapkan hadiah yang jauh lebih hebat dan lebih indah untuk kita yang pada akhirnya akan membuat kita tersenyum dan bersyukur. Tapi jika kita menjawab “Belum” setidaknya kita harus menyiapkan diri jika pada akhirnya kita akan kecewa karena ulah kita sendiri.

Selamat tahun baru, semoga semua yang kau harapkan dapat kau wujudkan atas seijin-Nya.

Comments

Popular posts from this blog