Skip to main content

Tomorrow will be brighter

Negara maju tercermin dari bagaimana pemudanya saat ini, karena baik dan buruknya suatu Negara tergantung dari bagaimana kualitas para pemudanya. Tidak dapat dipungkiri pemuda merupakan aset bangsa yang keberadaannya perlu dijaga dan dilindungi, karena masa depan bangsa berada ditangan para pemuda. Bahkan presiden pertama Indonesia sendiri bung Karno pernah berkata “Berikan aku sepuluh orang pemuda maka akan ku guncang dunia”. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa peran seorang pemuda sangatlah besar bagi perkembangan dan kemajuan bangsa. Negeri ini telah sampai pada puncak usianya, 71 tahun Indonesia telah merdeka, berada dalam kebebesan untuk bergerak maju, berfikir, berkarya dan berinovasi mengembangkan seluruh potensinya. Siapakah yang mampu melakukan itu semua jika bukan para pemuda yang berjiwa muda, yang semangatnya senantiasa membara yang mampu membuat sesuatu yang luar biasa bagi kemajuan Indonesia. Pemuda yang berkualitas tidak hanya dilihat dari intelektualitasnya, tetapi juga dilihat dari bagaimana moralitasnya. Saat ini masalah moral menjadi suatu masalah yang sangat pelik yang tengah melanda bangsa ini. Tidak hanya moral para pejabatnya yang mulai rusak, tetapi yang paling menyedihkan adalah moral para pemudanya yang digadang-gadang sebagai agent of change yang juga mulai rusak. Moral mereka telah teracuni oleh maraknya informasi global yang tidak dapat tersaring.
Moralitas merupakan aspek yang paling penting dalam pembentukan perilaku. Bahkan di sekolah-sekolah pelajaran mengenai hal tersebut ditanamankan sejak masih di bangku sekolah dasar yang dikemas dalam pelajaran budi pekerti (jaman aku sekolah dulu sih itu pelajarannya). Hal tersebut bertujuan untuk menanamkan perilaku yang baik bagi anak-anak, sehingga kedepannya mereka akan tumbuh menjadi pemuda yang tidak hanya pandai dalam berfikir melainkan juga pandai dalam berakhlak dan berperilaku. Namun dengan semakin berkembangnya zaman moralitas anak bangsa semakin terlihat kemerosotannya. Saat ini kecanggihan teknologi telah membawa para generasi muda masuk dalam arus global yang sulit untuk dikendalikan. Semua informasi dari seluruh penjuru dunia bisa dengan bebas masuk dan mudah diakses oleh mereka.  Tidak hanya informasi yang positif yang mudah diakses, bahkan yang sangat memprihatinkan informasi yang mampu meracuni otak merekapun sangat mudah sekali untuk diakses. Salah satu contohnya adalah You tube yang merupakan tempat dimana orang-orang dapat dengan bebas mengakses video, kini mulai disalah gunakan oleh para remaja bahkan anak-anak untuk mengakses video yang seharusnya dilarang untuk ditonton anak-anak di bawah umur. Bahkan tindakan kriminalitas berupa pelecehan seksual yang dahulu terhitung jarang terjadi kini menjadi kejahatan paling banyak dilakuakan, dan yang lebih mencengangkannya lagi hal tersebut banyak terjadi pada remaja dan anak-anak. Betapa mirisnya perilaku anak bangsa saat ini, dan masalah moral menjadi masalah yang tidak dapat dipandang sebelah mata lagi oleh bangsa Indonesia. Akan seperti apa negeri ini jika para generasi penerusnya sudah tidak lagi memiliki moral yang baik.
Pornografi bukanlah sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan saat ini, karena masalah ini merupakan masalah yang sudah semakin meruncing keberadaannya di masyarakat. Banyak para generasi muda telah melakukan tindakan asusila dan seks bebas karena seringnya melihat film-film yang di masyarakat sering disebut dengan “Blue film”. Tontonan tersebut bukanlah tontonan yang sulit untuk diakses oleh mereka, mengingat mudahnya akses internet saat ini. Bahkan tontonan di televisi banyak yang tidak memberikan contoh yang baik bagi anak-anak dan remaja. 
Melihat sederetan kasus tersebut, pangkal utamanya terdapat dalam peran serta orang tua selaku pembimbing dan pelindung bagi anak. Orang tua memiliki peranan yang sangat penting untuk membentuk moral anak karena orang tualah yang paling mengerti dan paling sering berinteraksi dengan anak di rumah. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak akan membawa dampak yang positif pada tumbuh kembang anak terutama remaja. Dimana pada masa remaja merupakan masa yang paling kritis yang terjadi pada anak. Dimasa remaja inilah seorang anak mulai ingin mengetahui banyak hal dari berbagai macam informasi yang didapat. Disinilah seharusnya orang tua berperan penting untuk mengarahkan pola pikir anak. Sehingga anak dengan sendirinya dapat menentukan mana tindakan yang baik dan yang buruk. Pendidikan moral ini dimulai dari rumah, dimana orang tua tidak hanya mendidik dari segi ilmu pengetahuan melainkan juga mendidik mental dan perilaku anak dengan pedoman agama. Agama adalah pondasi pertama yang diajarkan oleh orang tua kepada anaknya. Akan jauh lebih baik jika hal tersebut dapat dimengerti oleh para orang tua, sehingga mereka lebih bisa melindungi anak-anaknya dari segala macam ancaman globalisasi informasi yang kini mulai sulit untuk dikendalikan. Pemerintah sendiri memiliki peran dalam menegakkan hukum yang tegas mengenai tindakan pornografi dan pornoaksi. Permasalahan menganai pornografi dan pornoaksi sendiri telah di atur dalam Undang-Undang Nomer 44 tahun 2008 tentang pornografi. Bahkan masalah pornografi telah masuk dalam kategori tindakan pidanan jika melanggarnya. Diharapkan dengan diaturnya masalah tersebut dalam Undang-Undang segala bentuk permasalahan yang menyangkut pornografi dan pornoaksi ini dapat berkurang.

Para generasi muda hendaknya dapat mengerti dan memahami akan perannya sebagai tunas bangsa dan calon penerus tongkat estafet bangsa. Semua aturan yang dibuat tidak akan menjadi berarti apa-apa jika tidak didasari pada kesadaran diri sendiri. Kita sebagai para generasi muda hendaknya dapat mencontoh kesuksesan Negara-negara maju dimana para pemudanya bekerja keras untuk menciptakan suatu karya yang mampu dibanggakan tidak hanya oleh bangsanya tetapi juga oleh bangsa lain. Seharusnya kita malu dengan Negara-negara lain yang tidak begitu melimpah sumber daya alamnya dibandingkan dengan Negara kita Indonesia, tetapi mereka mampu menciptakan banyak prestasi yang gemilang. Jika menengok kembali sejarah negeri ini dimana para pemuda dahulu begitu bersemangat dalam memperjuangkan kemerdekaan, maka kita dapat mengambil banyak pelajaran bahwa semangat dan tekad yang kuat dari generasi muda mampu membuat segala sesuatu yang terlihat sulit dan tidak mungkin menjadi mungkin terjadi. Dan saat ini semangat tersebut hendaknya dapat juga kita warisi untuk membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi. Pemuda Indonesia saat ini harus memiliki mental pejuang yang pantang menyerah untuk membawa nama Indonesia kembali besar di mata dunia.      

                Selamat hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928

Comments

Popular posts from this blog